Harga emas turun di bawah $5.000 pada awal pekan kebijakan bank sentral

avatar
· Views 307
Harga emas turun di bawah $5.000 pada awal pekan kebijakan bank sentral


  • Harga emas menguji wilayah di bawah $5.000 pada sesi awal Asia hari Senin. 
  • Para pejabat AS mengatakan bahwa perang melawan Iran diperkirakan akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan.
  • Kenaikan harga minyak dapat menyebabkan inflasi berkepanjangan dan berpotensi kenaikan suku bunga, yang akan menekan harga emas.

 

Harga emas (XAU/USD) merosot ke sekitar $4.967,70 pada awal sesi Asia, Senin. Logam mulia ini menghadapi tekanan jual karena ketidakpastian seputar pengumuman kebijakan moneter oleh bank sentral utama minggu ini mendominasi konflik geopolitik yang intens di Timur Tengah. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, sebuah skenario yang biasanya meningkatkan permintaan aset safe-haven.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka memperkirakan konflik di Iran akan berakhir dalam beberapa minggu atau "lebih cepat". Sementara itu, militer Israel mencatat bahwa mereka berencana untuk melanjutkan kampanye mereka setidaknya selama tiga minggu lagi.

Selama akhir pekan, pasukan AS menargetkan setiap situs militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran yang sangat penting. Iran telah mengancam akan membalas terhadap fasilitas minyak yang terkait dengan AS di wilayah tersebut. 

Meskipun perang umumnya diperkirakan akan mendongkrak harga emas, meningkatnya ketegangan saat ini telah menyebabkan kenaikan biaya minyak. Hal ini, pada gilirannya, telah memicu kekhawatiran tentang inflasi dan membuat pasar percaya bahwa Federal Reserve (Fed) akan menunda pemotongan suku bunga , yang berdampak negatif bagi aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, seperti emas.

Selain The Fed, Reserve Bank of Australia (RBA), Bank of Japan (BoJ), European Central Bank (ECB), dan Bank of England (BoE) dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka minggu ini . Semua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada level saat ini, kecuali RBA, yang diperkirakan akan menaikkannya lagi.

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest