
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tingginya pendapatan bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) industri perbankan Indonesia. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai isu lama yang telah berlangsung puluhan tahun.
Dalam acara Economic Outlook di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Purbaya bahkan sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa hadirin. “Net Interest Margin kita besar, tertinggi, di dunia, dan akhirat,” ujarnya. Meski disampaikan dengan nada ringan, Purbaya menegaskan bahwa tingginya NIM merupakan persoalan struktural yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah struktur industri perbankan nasional yang cenderung oligopolistik.
Sebagai ekonom, ia menilai kondisi tersebut membuat transmisi kebijakan moneter, khususnya penurunan suku bunga, berjalan relatif lambat. Ia pun menyebut peran bank sentral menjadi penting dalam menciptakan mekanisme yang dapat mendorong penurunan bunga secara lebih efektif.
Meski demikian, Purbaya melihat adanya perbaikan setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kebijakan tersebut mulai menunjukkan dampak terhadap arah perekonomian. Ia juga optimistis ruang penurunan suku bunga masih terbuka, terutama jika likuiditas di pasar tetap terjaga. Pemerintah, lanjutnya, berupaya memastikan kondisi likuiditas cukup agar biaya dana dapat turun dan mendorong penurunan bunga kredit.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, rata-rata NIM industri perbankan Indonesia tercatat sebesar 4,56 persen pada Desember 2025. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,62 persen.
Meski ada tren penurunan, tingkat margin bunga perbankan Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan banyak negara lain. Isu ini pun kembali menjadi sorotan dalam upaya mendorong efisiensi sektor keuangan dan mempercepat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-