Pelajari jam operasional forex lengkap dalam WIB, karakter tiap sesi pasar, waktu overlap terbaik, pengaruh spread & volatilitas, serta tips trading berdasarkan jam pasar.
Dulu saya termasuk trader yang mikir begini: forex buka 24 jam, berarti kapan pun ada waktu, ya tinggal trading. Pagi bisa, siang bisa, malam juga bisa. Tapi setelah beberapa tahun di market, saya baru sadar satu hal penting, waktu trading itu pengaruhnya besar banget.
Pernah ngalamin ini? Setup sudah sesuai rencana, indikator sejalan, risk reward masuk akal, tapi harga jalan pelan, nyentuh stop loss tipis, atau malah sideways lama banget. Setelah dievaluasi, ternyata masalahnya bukan di analisis, tapi di jam operasional forex yang saya pilih.
Forex memang buka hampir nonstop dari Senin sampai Jumat. Tapi kondisi market nggak selalu sama sepanjang hari. Ada jam-jam di mana market benar-benar “hidup”, ada juga jam yang terasa sepi dan rawan jebakan.
Kenapa Jam Operasional Forex Itu Penting?
Pasar forex bergerak mengikuti jam kerja pusat keuangan dunia. Market berpindah dari Sydney, ke Asia, lanjut ke Eropa, lalu ke Amerika. Setiap sesi punya karakter berbeda, baik dari sisi volume, volatilitas, sampai pair yang dominan.
Kalau kita paham ritmenya, trading jadi lebih masuk akal. Kita tahu kapan harus aktif, kapan sebaiknya nunggu, dan kapan lebih baik nggak ngapa-ngapain.
Sesi Sydney: Market Masih Pemanasan
Untuk waktu Indonesia (WIB), sesi Sydney dimulai sekitar jam 5 pagi sampai jam 2 siang. Ini biasanya jadi pembuka awal pekan. Di sesi ini, pergerakan harga cenderung pelan. Volume belum besar dan spread kadang terasa sedikit lebih lebar. Pair seperti AUD/USD dan NZD/USD mulai bergerak, tapi belum terlalu agresif.
Sesi ini cocok kalau kamu:
- suka market tenang
- ingin mantau market pagi hari
- tidak mengejar pergerakan besar
Tapi kalau targetnya scalping cepat atau breakout besar, sesi ini biasanya kurang ideal.
Sesi Asia (Tokyo): Rapi dan Cenderung Range
Sesi Asia berlangsung sekitar jam 7 pagi sampai jam 4 sore WIB. Di sinilah market mulai terlihat lebih stabil.
Yen Jepang mulai dominan. Pair seperti USD/JPY, AUD/JPY, atau EUR/JPY sering bergerak lebih rapi. Banyak hari di mana sesi Asia membentuk range yang jelas.
Saya pribadi sering melihat sesi ini sebagai waktu buat:
- scalping ringan
- entry awal sebelum Eropa buka
- membaca arah market harian
Kalau kamu tipe trader yang nggak suka pergerakan terlalu liar, sesi Asia bisa jadi zona nyaman.
Sesi London: Market Mulai Serius
Sekitar jam 2 siang WIB, sesi London dibuka. Ini salah satu sesi paling penting dalam jam operasional forex. Begitu Eropa masuk, volume langsung naik. Spread biasanya lebih tipis, dan pergerakan harga mulai jelas arahnya. Banyak breakout terbentuk di awal sesi London, terutama setelah market Asia sebelumnya sideways.
Pair yang biasanya aktif:
EUR/USD
GBP/USD
EUR/GBP
USD/CHF
Buat day trader dan breakout trader, sesi London sering jadi waktu utama untuk cari peluang.
Sesi New York: Volatilitas dan Emosi Campur Jadi Satu
Sesi Amerika dimulai sekitar jam 7 malam sampai jam 4 pagi WIB. Di sinilah volatilitas sering benar-benar terasa, apalagi saat rilis data ekonomi AS. Sesi ini tumpang tindih dengan sesi London, dan overlap inilah yang sering disebut “jam emas” forex.
Pair yang sering bergerak signifikan:
EUR/USD
GBP/USD
USD/CAD
XAU/USD
Saya sendiri paling sering aktif di sesi ini, terutama untuk emas. Pergerakan terasa hidup, dan teknikal sering lebih respected karena likuiditas besar.
Overlap London-New York: Waktu Paling Ramai
Overlap terjadi sekitar jam 7 malam sampai jam 11 malam WIB. Di periode ini, biasanya:
- likuiditas sangat tinggi
- spread lebih sempit
- pergerakan cepat dan tegas
Banyak peluang muncul, tapi risikonya juga ikut naik. Salah timing sedikit, market bisa langsung lari jauh. Di jam ini, disiplin dan manajemen risiko jadi kunci.
Jam Paling Sepi yang Sebaiknya Dihindari
Sekitar jam 4 sampai jam 7 pagi WIB biasanya jadi waktu paling sepi. Ini masa transisi dari Amerika ke Asia.
Volume tipis, pergerakan sering nggak jelas, dan false move lebih sering muncul. Saya pribadi hampir selalu menghindari entry baru di jam ini, kecuali sedang manage posisi yang sudah berjalan.
Jadi, Kapan Sih Waktu Trading Terbaik?
Jawabannya nggak mutlak, tergantung gaya trading masing-masing.
Suka market tenang → sesi Asia
Cari pergerakan aktif → sesi London
Fokus news & emas → sesi Amerika
Scalping agresif → overlap London-New York
Yang penting bukan cari “jam terbaik versi orang lain”, tapi cari jam yang paling cocok dengan strategi dan rutinitas kamu.
Jam Trading, Spread, dan Eksekusi
Satu hal yang sering diremehkan trader pemula: jam operasional forex sangat memengaruhi spread dan eksekusi.
Di jam ramai:
- spread lebih kecil
- eksekusi lebih rapi
Di jam sepi:
- spread bisa melebar
- slippage lebih sering
Kadang strategi terasa gagal bukan karena salah analisis, tapi karena market memang sedang nggak kondusif.
Penutup
Forex memang buka 24 jam, tapi bukan berarti kita harus trading 24 jam. Trader yang konsisten justru biasanya punya jam kerja yang jelas. Mereka tahu kapan market “bernapas”, dan kapan sebaiknya menepi. Dengan memahami jam operasional forex, kamu nggak cuma trading lebih efisien, tapi juga lebih sehat secara mental. Karena pada akhirnya, trading bukan soal seberapa sering entry, tapi seberapa tepat kamu memilih waktu.
Kalau kamu sudah berdamai dengan waktu, market akan terasa jauh lebih masuk akal.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-