
Banyak trader sebenarnya sudah paham chart, indikator juga nggak asing. Tapi anehnya, tetap saja sering kejebak di market. Kalau ditarik ke belakang, masalahnya sering bukan di teknikalnya, melainkan di satu hal yang kerap luput diperhatikan: forex market sentiment.
Market itu bukan sekadar kumpulan angka dan garis. Di balik setiap candle, ada emosi manusia: rasa takut, keserakahan, kepanikan, sampai euforia. Karena itu, kalau kamu mulai paham suasana hati market, kamu gak cuma ikut ke mana harga bergerak, tapi juga mengerti kenapa sih harga bisa bergerak.
Di artikel ini, kita akan bahas apa itu forex market sentiment, gimana cara “membacanya”, dan bagaimana memakainya secara realistis dalam trading sehari-hari. Tujuannya simpel: supaya kamu gak cuma ikut gerak harga, tapi bisa trading dengan konteks: lebih tenang, lebih sabar, dan lebih masuk akal.
Apa Itu Forex Market Sentiment?
Market sentiment adalah gambaran umum yang mencerminkan sikap atau perasaan mayoritas pelaku pasar terhadap suatu mata uang atau pair tertentu.
Sentimen ini biasanya terbagi menjadi:

Sentimen ini biasanya terbagi menjadi:
- Bullish sentiment → pasar optimis, mayoritas trader cenderung buy
- Bearish sentiment → pasar pesimis, mayoritas trader cenderung sell

Kenapa Market Sentiment Penting di Forex?
Forex market tidak sepenuhnya bergerak rasional. Harga sering bergerak karena:
Makanya, ketika sebagian besar trader memiliki pandangan yang sama, tindakan kolektif mereka bisa:
Dengan memahami market sentiment, trader bisa:
- Ekspektasi pelaku pasar
- Reaksi terhadap berita
- Perubahan narasi (risk-on vs risk-off)
- Emosi massal
Makanya, ketika sebagian besar trader memiliki pandangan yang sama, tindakan kolektif mereka bisa:
- Membentuk tren
- Mempercepat volatilitas
- Menyebabkan reversal mendadak
Dengan memahami market sentiment, trader bisa:
- Menghindari entry di saat market sudah terlalu ramai
- Mengidentifikasi potensi pembalikan arah
- Tidak terjebak di sisi market yang salah
Apa Itu Sentiment Index dalam Forex?
Sentiment Index adalah alat yang digunakan untuk mengukur posisi long dan short trader secara real-time atau periodik.
Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah SWFX Sentiment Index (Dukascopy).
Index ini berbasis transaction flow, dan menampilkan rasio long vs short pada:

Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah SWFX Sentiment Index (Dukascopy).
Index ini berbasis transaction flow, dan menampilkan rasio long vs short pada:
- Mata uang populer
- Pair mayor
- Data yang dikonsolidasikan dari berbagai pelaku pasar

Siapa Saja yang Masuk dalam Data Sentiment?
Liquidity Consumers
Meliputi:
Liquidity Providers
Meliputi:
Sentiment Index biasanya di-update secara berkala setiap 10 - 30 menit, sehingga cukup relevan untuk intraday trading.
Meliputi:
- Trader individu
- Broker
- Investment company
- Hedge funds
Liquidity Providers
Meliputi:
- Bank-bank besar
- Centralized marketplaces
Sentiment Index biasanya di-update secara berkala setiap 10 - 30 menit, sehingga cukup relevan untuk intraday trading.
Cara Membaca Forex Market Sentiment
Sentiment index menampilkan selisih persentase antara posisi long dan short.
Contoh:
Contoh:
- 60% trader long, 40% trader short → Sentiment Index = +20% (bullish)
- Jika nilai positif → dominasi posisi buy
- Jika nilai negatif → dominasi posisi sell
Sentiment Sebagai Indikator Kontrarian
Banyak trader profesional menggunakan forex market sentiment sebagai indikator contrarian.
Logikanya sederhana:
Logikanya sederhana:
- Jika hampir semua trader berada di satu sisi
- Market sering sudah terlalu penuh
- Risiko reversal meningkat
- Sentiment EUR/USD sangat bullish ekstrem
- Mayoritas trader sudah buy
- Potensi harga justru berbalik turun
Cara Menggunakan Forex Market Sentiment dalam Trading
Market sentiment sebaiknya tidak digunakan sendirian, tapi sebagai filter tambahan.
1. Sebagai Konfirmasi Sinyal Teknikal
Misalnya:
2. Menghindari Entry di Area Overcrowded
Sentiment ekstrem sering menandakan:
3. Menggabungkan dengan Indikator Teknikal
Sentiment bisa memperkuat atau menolak sinyal dari:
1. Sebagai Konfirmasi Sinyal Teknikal
Misalnya:
- Strategi memberi sinyal BUY
- Tapi sentiment menunjukkan kondisi overbought ekstrem → Lebih bijak menunda entry
2. Menghindari Entry di Area Overcrowded
Sentiment ekstrem sering menandakan:
- Stop hunt area
- False breakout
- Potensi reversal
3. Menggabungkan dengan Indikator Teknikal
Sentiment bisa memperkuat atau menolak sinyal dari:
- MA crossover
- MACD divergence
- Breakout structure
Risk-On dan Risk-Off dalam Forex Market Sentiment
Market sentiment sering bergerak antara dua kondisi besar, yaitu:
Risk-On
Investor biasanya berani ambil risiko & masuk ke aset ber-yield tinggi
Maka:
Risk-Off
Investor akan menghindari risiko & cari aset aman (safe haven)
Maka:
Risk-On
Investor biasanya berani ambil risiko & masuk ke aset ber-yield tinggi
Maka:
- AUD, NZD, CAD menguat
- Saham naik
- Safe haven melemah
Risk-Off
Investor akan menghindari risiko & cari aset aman (safe haven)
Maka:
- USD, JPY, CHF menguat
- Saham turun
- Emas cenderung naik
Kesimpulan
Forex market sentiment mencerminkan psikologi kolektif para pelaku pasar. Bukan sebagai penentu arah harga yang mutlak, tapi sebagai konteks penting untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di market.
Trader yang paham sentiment biasanya:
Kalau dipakai dengan tepat, sentiment analysis bisa menjadi “senjata tambahan” untuk meningkatkan kualitas keputusan trading. Bukan untuk menggantikan analisis teknikal atau fundamental, tapi untuk melengkapinya.
Jadi, kalau kamu ingin trading sejalan dengan market, bukan melawannya tanpa arah, kamu harus paham apa itu forex market sentiment dan mulai menerapkannya dalam keputusan tradingmu!
Trader yang paham sentiment biasanya:
- Tidak asal mengikuti pergerakan candle
- Lebih sabar menunggu timing yang tepat
- Lebih waspada saat market sudah terlalu ramai atau overreaction
Kalau dipakai dengan tepat, sentiment analysis bisa menjadi “senjata tambahan” untuk meningkatkan kualitas keputusan trading. Bukan untuk menggantikan analisis teknikal atau fundamental, tapi untuk melengkapinya.
Jadi, kalau kamu ingin trading sejalan dengan market, bukan melawannya tanpa arah, kamu harus paham apa itu forex market sentiment dan mulai menerapkannya dalam keputusan tradingmu!
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

-THE END-