
DPR RI secara resmi menyetujui pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Sidang Paripurna yang digelar pada Selasa (27/1). Persetujuan ini sekaligus mengukuhkan Thomas untuk menggantikan posisi Juda Agung yang telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut diambil setelah Komisi XI DPR RI menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga calon Deputi Gubernur BI. Proses uji tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1).
Dalam rapat paripurna, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyampaikan laporan hasil uji kelayakan Komisi XI dan meminta persetujuan kepada seluruh anggota dewan yang hadir.
“Apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia dapat disetujui?” tanya Saan kepada peserta sidang.
Serentak, anggota DPR RI yang hadir menyatakan persetujuannya dengan jawaban, “Setuju.”
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajukan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres). Selain Thomas Djiwandono, dua nama lainnya adalah Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono.
Thomas Djiwandono dikenal memiliki latar belakang karier yang cukup beragam, baik di bidang jurnalistik, keuangan, korporasi, maupun pemerintahan. Ia mengawali karier sebagai wartawan pada tahun 1993 sebelum beralih ke sektor keuangan sebagai analis di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong. Pada 2006, Thomas bergabung dengan Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO di sektor agribisnis. Selain itu, ia juga sempat aktif di dunia politik dengan bergabung ke Partai Gerindra. Thomas pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Kalimantan Barat dan dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Dalam pemerintahan, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di masa Presiden Joko Widodo. Ia kemudian tetap melanjutkan perannya di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Dengan penunjukan ini, Thomas diharapkan dapat memperkuat koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-