Mencari waktu terbaik untuk scalping forex? Saya berbagi pengalaman tentang sesi-sesi mana yang paling cocok untuk scalper dan apa yang saya pelajari di lapangan.
Pernah nggak sih kalian merasa udah ngelakuin segala hal yang benar pas trading, kayak analisa dan strategi yang oke, tapi tetap aja nggak dapet profit? Dulu saya sering banget ngerasain hal yang kayak gini. Ternyata, masalah utamanya ada di waktu trading. Awalnya saya pikir, “Yaudah, market kan buka 24 jam, jadi kapan aja bisa trading.” Tapi ternyata itu salah banget. Setelah sering gagal, saya baru sadar kalau waktu itu bener-bener kunci kalau mau scalping yang efektif.
Kenapa Waktu Itu Kunci?
Market forex emang buka 24 jam, tapi bukan berarti bisa trading kapan aja dan hasilnya bagus. Ada waktu-waktu tertentu yang pergerakan harganya lebih cepet dan banyak peluang, ada juga waktu yang cenderung lebih sepi. Kalau trading di waktu yang salah, meskipun udah siap strategi, bisa aja malah kalah.
Nah, ada 3 sesi penting yang perlu kamu perhatiin kalau mau scalping yang efektif:
- Sesi Asia (Tokyo)
- Sesi London
- Sesi New York
Dulu, saya nggak peduli soal sesi-sesi ini. Pokoknya kalau ada waktu, ya trading aja. Tapi, makin lama saya sadar, waktu itu pengaruh banget buat pergerakan harga.
Sesi London: Paling Banyak Peluang
Kalau ditanya sesi mana yang paling saya suka buat scalping, jawabannya pasti Sesi London. Kenapa? Karena di sesi ini market bener-bener aktif dan banyak institusi besar yang masuk.
Sesi London dimulai jam 14:00 WIB. Di sini, likuiditas tinggi banget, jadi pergerakan harga lebih jelas dan gampang diprediksi.
Kenapa saya suka sesi London?
Spread lebih kecil: Ini penting banget buat scalper. Spread kecil berarti kita bisa trading lebih hemat. Tapi, saya juga belajar kalau market di sesi London ini bisa bergerak super cepat. Jadi kalau nggak hati-hati, bisa aja malah terjebak.
Sesi New York: Momentumnya Pas
Setelah sesi London, ada Sesi New York yang dimulai jam 20:00 WIB. Kalau ada waktu overlap antara sesi London dan New York, itu adalah waktu yang menurut saya paling pas buat scalping.
Kenapa?
1. Volatilitas tinggi: Banyak berita ekonomi yang dirilis waktu ini, jadi market bisa bergerak cepat.
2. Momentum yang kuat: Pergerakan harga dari sesi London sering berlanjut ke sesi New York, jadi kita bisa manfaatin momentum itu.
3. Peluang besar: Di jam-jam ini, saya sering nemuin peluang yang lebih jelas, kayak breakout atau gerakan harga tajam.
Tapi, volatilitas tinggi juga berarti risiko besar. Kalau nggak siap, bisa aja malah kejebak di pasar yang bergerak cepat.
Sesi Asia: Lebih Tenang, Tapi Masih Ada Peluang
Sesi Asia (Tokyo) biasanya lebih tenang dan dimulai jam 07:00 WIB. Kalau kamu cari pasar yang stabil dan nggak banyak fluktuasi, sesi ini bisa jadi pilihan.
Cuma, kalau kamu ngejar scalping yang butuh pergerakan harga cepat, sesi Asia kurang cocok. Saya sih jarang trading di sesi ini, karena gerakannya nggak segencar di London atau New York. Tapi kalau kamu suka yang lebih santai, ini bisa jadi waktu yang pas.
Overlap London dan New York: Saat Paling Aktif
Menurut saya, waktu terbaik buat scalping adalah waktu overlap London dan New York. Kenapa? Karena market di jam ini lagi aktif banget. Banyak trader yang masuk dan pergerakan harga bisa lebih tajam. Biasanya, ada breakout atau pergerakan harga besar yang bisa dimanfaatin di waktu ini. Tapi ya, ingat, volatilitas tinggi artinya risiko juga besar. Jadi kalau suka profit cepat, waktu ini pas banget, tapi harus siap-siap juga dengan risiko.
Kesimpulan: Pilih Waktu yang Cocok dengan Gaya Tradingmu
Jadi, kalau ditanya lagi, “Kapan waktu terbaik untuk scalping forex?” jawabannya balik lagi ke gaya tradingmu. Kalau kamu suka trading yang aktif, sesi London dan New York overlap itu waktu terbaik. Tapi kalau kamu lebih suka pasar yang lebih stabil, sesi Asia bisa jadi pilihan.
Saya sendiri lebih sering trading di sesi London dan New York, karena di situ saya merasa peluangnya lebih banyak. Tapi, yang paling penting adalah jangan hanya fokus sama waktu, tapi lebih penting untuk trading pasar lagi memberi peluang.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-