
Percuma lo pasang 10 indikator warna-warni kalau satu batang candle aja lo nggak paham maksudnya apa. Di market, harga itu raja. Dan cara harga "ngomong" sama kita ya lewat candlestick. Kalau lo mau serius belajar candlestick forex, buang dulu mindset kalau trading itu cuma soal nyari sinyal hijau atau merah.
Sebenernya, candlestick itu adalah rekaman perang antara Bulls (pembeli) melawan Bears (penjual). Siapa yang menang? Jawabannya ada di harga penutupan.
Kenapa Candle Lebih Sakti dari Indikator Manapun?
Banyak trader pemula terjebak pakai indikator lagging. Artinya harga udah terbang, baru indikatornya kasih sinyal. Telat! Tapi kalau lo paham "Price Action", lo bisa tahu kapan institusi besar atau big banks lagi akumulasi posisi sebelum harga bergerak jauh.
Masalahnya, banyak yang udah tahu pola candle tapi tetep rugi. Kenapa? Karena mereka belum paham sisi mentalnya. Seringkali, pola candle udah bener, tapi eksekusi hancur karena emosi. Lo wajib baca ulasan mendalam soal Kenapa Trader Kalah? Menyingkap Peran Fear dan Greed di Followme untuk paham gimana emosi bisa merusak analisa teknikal lo.
3 Komponen yang Wajib Lu Pantau (Bukan Cuma Open-Close)
Pola "Killer" yang Sering Muncul di Forex Factory
Strategi Biar Gak Kena "Stop Loss Hunting"
Jangan pernah entry pas candle masih goyang. Lu gak tau hasil akhirnya sebelum menit terakhir.
Kalau di H4 nunjukin Bearish, jangan maksa nyari Buy di M15 cuma gara-gara liat satu candle hijau kecil.
Intinya: Market Gak Pernah Bohong
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now