Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com

avatar
· Views 408
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Pernahkah kamu bertanya mengapa harga di pasar forex tidak bergerak secara acak? Mengapa di level tertentu harga seolah “ragu”, berhenti, atau bahkan berbalik arah? Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari interaksi antara kekuatan beli dan jual yang membentuk struktur pasar tertentu. Salah satu struktur paling fundamental dalam trading adalah support dan resistance.
Apa Itu Support dan Resistance
Support dan resistance adalah konsep inti dalam analisis teknikal yang menggambarkan area harga krusial, di mana pergerakan pasar sering menunjukkan respons signifikan. Level-level ini terbentuk dari akumulasi data historis dan mencerminkan interaksi antara kekuatan beli dan jual, serta persepsi nilai yang berkembang di kalangan pelaku pasar.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
• Support adalah area di mana tekanan beli (demand) diperkirakan cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan tren penurunan harga. Ketika harga mendekati level ini, banyak pelaku pasar mulai menganggap aset tersebut undervalued, mendorong peningkatan minat beli dan menciptakan tekanan ke atas.
• Resistance adalah area kebalikannya titik di mana tekanan jual (supply) cenderung mengalahkan kekuatan beli dan membatasi kelanjutan tren naik. Di sini, trader sering memanfaatkan kenaikan harga untuk merealisasikan profit, membuka posisi jual baru, atau menghindari risiko reversal.

Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa support dan resistance bukanlah satu titik harga yang kaku, melainkan zona dinamis tempat pasar menunjukkan respons signifikan. Di area inilah sering terjadi keputusan besar seperti akumulasi, distribusi, hingga pergeseran likuiditas yang dipicu oleh pelaku pasar bermodal besar.
Dalam penerapannya, level support dan resistance dimanfaatkan untuk:
• Mengidentifikasi area entry dan exit dengan probabilitas tinggi
• Menyusun penempatan stop-loss dan take-profit secara lebih terukur
• Mengevaluasi kekuatan tren serta potensi pembalikan arah harga
• Menganalisis reaksi pasar terhadap rilis berita dan data ekonomi

Karena level-level ini kerap menjadi fokus perhatian pelaku pasar, terutama ketika didukung oleh volume signifikan atau sentimen makro yang dominan, support dan resistance berperan sebagai panduan utama dalam pengambilan keputusan trading, baik di level ritel maupun institusional.
Memahami dan Menentukan Support dan Resistance
Support dan resistance bukan sekadar garis horizontal yang ditarik secara acak di chart. Untuk mengenali level-level ini secara efektif, seorang trader perlu memahami bagaimana harga bereaksi secara historis dan di mana keputusan pasar terakumulasi. Identifikasi yang tepat terhadap level ini bisa menjadi fondasi dari strategi teknikal yang presisi dan berdaya saing tinggi.

Berikut dua metode utama yang digunakan secara profesional dalam mengidentifikasi area support dan resistance:
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Swing High dan Swing Low
Swing high merupakan puncak harga sementara yang terbentuk sebelum pasar mengalami koreksi ke bawah, sedangkan swing low adalah dasar harga sementara sebelum harga kembali bergerak naik. Kedua titik ini menandai perubahan arah jangka pendek yang penting dan secara alami menjadi referensi perilaku pasar.
Level swing yang terbentuk dari respons harga yang tegas sering kali berfungsi sebagai area support atau resistance ketika harga kembali mendekatinya. Contohnya:
• Saat harga berhasil menembus swing high sebelumnya, level tersebut kerap bertransformasi menjadi support baru (fenomena resistance flip).
• Sebaliknya, kegagalan harga menembus swing high dapat mengonfirmasi level tersebut sebagai resistance yang kuat.
Analisis swing high dan swing low akan lebih optimal jika dilakukan pada timeframe menengah hingga besar (H4 ke atas), karena struktur yang terbentuk cenderung lebih stabil dan menghasilkan reaksi harga yang lebih terukur.
Zona Konsolidasi atau Area Keseimbangan
Zona konsolidasi adalah kondisi ketika harga bergerak dalam rentang terbatas, mencerminkan fase keseimbangan sementara antara tekanan beli dan jual. Pada tahap ini, pasar cenderung menunggu dorongan baru berupa sentimen atau katalis yang cukup kuat untuk memicu pergerakan lanjutan.
Ketika harga keluar dari area konsolidasi, baik ke atas maupun ke bawah, zona tersebut sering menjadi referensi penting saat harga melakukan pengujian ulang:
• Breakout ke atas umumnya mengubah zona konsolidasi menjadi support baru.
• Breakdown ke bawah sering menjadikan area tersebut sebagai resistance baru.
Zona konsolidasi memiliki nilai teknikal tinggi karena sering menjadi lokasi akumulasi atau distribusi posisi dalam skala besar, termasuk oleh pelaku pasar institusional.

Mengidentifikasi support dan resistance secara efektif bukan hanya soal mengenali pola harga, tetapi memahami area di mana pasar bereaksi secara signifikan dan alasan di balik reaksi tersebut. Swing high dan swing low, serta zona konsolidasi, merupakan dua pendekatan paling relevan untuk membaca struktur pasar secara objektif. Dengan observasi yang konsisten dan pemahaman yang matang, level-level ini dapat digunakan sebagai panduan utama dalam pengambilan keputusan trading yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data bukan sekadar spekulasi.
Cara Menentukan Support dan Resistance
Menentukan level support dan resistance dengan akurat adalah bagian vital dalam analisis teknikal. Baik digunakan untuk membaca potensi pembalikan arah maupun mengelola risiko, level-level ini membantu trader mengambil keputusan yang lebih rasional dan terstruktur.

Secara umum, metode penentuan support dan resistance dibagi menjadi dua pendekatan utama: manual berdasarkan price action, dan berbasis indikator teknikal.
A. Penentuan Support dan Resistance Secara Manual (Menggunakan Garis Trend Line)
Menggambar garis trend line adalah salah satu metode manual paling efektif yang digunakan oleh trader profesional untuk mengidentifikasi level support dan resistance dinamis. Tidak hanya memberikan referensi arah tren, tetapi juga menciptakan kerangka visual yang memudahkan trader membaca struktur pasar secara keseluruhan.
Berikut adalah langkah-langkah utama dalam menentukan support dan resistance secara manual menggunakan trend line:
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
1. Gunakan Timeframe Lebih Besar (H4, D1, atau W1)
  Saat menarik trend line, sangat disarankan untuk menggunakan timeframe tinggi seperti H4, Daily (D1), atau Weekly (W1).
  • Trend line pada timeframe besar cenderung lebih stabil dan dihormati oleh pasar dalam jangka panjang.
  • Semakin panjang periode yang dicakup oleh trend line dan semakin banyak titik sentuhan yang valid, semakin kuat sinyal teknikal yang dihasilkan.

2. Hubungkan Titik-Titik Reversal yang Konsisten
  Untuk menggambar support trend line, hubungkan dua atau lebih swing low yang membentuk dasar tren naik. Untuk resistance trend line, hubungkan dua atau lebih swing high yang menunjukkan puncak-puncak harga dalam tren turun.
  • Trend line yang menghubungkan titik-titik pembalikan tajam menunjukkan jalur tekanan pasar yang mendominasi (beli atau jual).
  • Garis ini berfungsi sebagai batas dinamis — harga sering kali menguji garis tersebut sebagai support/resistance saat mengalami koreksi.

3. Validasi dengan Jumlah Sentuhan (Touch Confirmation)
  Kekuatan sebuah trend line sangat bergantung pada jumlah sentuhan valid yang terjadi di sepanjang garis tersebut.
  • Minimal dua titik diperlukan untuk membentuk trend line, tetapi tiga atau lebih akan memberikan validasi yang jauh lebih kuat.
  • Hindari menarik trend line secara paksa hanya untuk menyesuaikan dengan bias — trend line yang efektif harus mengikuti struktur harga, bukan melawannya.
"Harga boleh bergerak di chart, tapi alasan pergerakannya selalu dimulai dari fundamental."
4. Perlakukan Trend Line sebagai Zona Reaktif, Bukan Batas Kaku
  Meskipun trend line digambar sebagai garis tunggal, reaksi harga terhadap garis tersebut sering kali terjadi dalam bentuk zona, bukan titik absolut.
  • Berikan ruang toleransi beberapa pip (tergantung pada timeframe dan pasangan mata uang) saat mengevaluasi reaksi harga terhadap trend line.
  • Pendekatan ini penting terutama dalam pasar yang volatil, di mana wicks (ekor candle) sering menembus garis sebelum kembali ke arah utama.

Menggunakan trend line untuk menentukan support dan resistance secara manual bukan hanya alat visual ini adalah representasi langsung dari psikologi pasar: ke mana harga cenderung bergerak, kapan harga sedang terkoreksi, dan di mana tekanan dominan mulai merespons.
Trend line yang ditarik dengan benar, divalidasi oleh reaksi harga yang konsisten, dan ditempatkan dalam konteks struktural pasar yang tepat akan memberikan sinyal teknikal yang sangat bernilai untuk pengambilan keputusan trading yang presisi.
Menentukan Support dan Resistance Menggunakan Indikator
Meskipun banyak trader berpengalaman lebih mengandalkan price action dan struktur pasar untuk menentukan level penting, penggunaan indikator teknikal tetap relevan, terutama untuk mempercepat identifikasi zona reaktif atau memberikan konfirmasi tambahan terhadap analisis manual.
Berikut adalah tiga indikator teknikal yang paling umum dan efektif digunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance:

1. Pivot Point
Pivot Point adalah indikator teknikal berbasis perhitungan matematis yang digunakan untuk menentukan level-level harga penting (support dan resistance) berdasarkan data harga sesi sebelumnya — biasanya menggunakan harga high, low, dan close dari candle harian (daily), meskipun dapat disesuaikan untuk timeframe lain seperti mingguan atau bulanan.
Level pivot ini bertindak sebagai titik acuan utama (pivot) bagi pergerakan harga hari ini. Trader menggunakan level tersebut untuk memetakan potensi titik balik (reversal) atau kelanjutan (continuation) pergerakan harga, sehingga sangat populer dalam strategi intraday trading, terutama di pasar yang cenderung likuid dan volatil seperti forex.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Cara Kerja Pivot Point
Konsep dasar pivot point sederhana: jika harga bergerak di atas pivot utama (PP), maka sentimen cenderung bullish. Sebaliknya, jika harga berada di bawah pivot, sentimen dianggap bearish. Dari pivot utama ini, sistem menghasilkan beberapa level turunan:
Support 1 (S1), Support 2 (S2), Support 3 (S3)
• Resistance 1 (R1), Resistance 2 (R2), Resistance 3 (R3)
Rumus dasar (untuk pivot harian):
Pivot (PP) = (High + Low + Close) / 3
R1 = (2 × PP) − Low
S1 = (2 × PP) − High
R2 = PP + (High − Low)
S2 = PP − (High − Low)
 (dan seterusnya)
2. Moving Average (MA)
Moving Average adalah salah satu indikator teknikal paling dasar sekaligus paling banyak digunakan dalam analisis tren harga. Fungsi utamanya adalah untuk menyaring “noise” dari pergerakan harga harian dan memberikan gambaran rata-rata harga dalam periode waktu tertentu.

Namun lebih dari sekadar alat identifikasi tren, MA juga dapat bertindak sebagai support dan resistance dinamis — terutama dalam kondisi pasar yang trending. Inilah yang menjadikan MA sebagai alat serbaguna dalam strategi teknikal, baik untuk entry, exit, maupun validasi kekuatan tren.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Cara Kerja Moving Average
Moving average menghitung rata-rata harga penutupan (biasanya) dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa jenis MA yang digunakan, tetapi dua yang paling umum adalah:
Simple Moving Average (SMA): rata-rata aritmatika harga penutupan.
Exponential Moving Average (EMA): memberikan bobot lebih pada harga terbaru, sehingga lebih responsif terhadap perubahan harga terkini.

Misalnya:
  • MA50 menghitung rata-rata harga penutupan selama 50 candle terakhir.
  • Setiap kali candle baru terbentuk, nilai MA diperbarui.

MA yang sering digunakan:
  • MA50 – jangka menengah
  • MA100 – tren menengah-panjang
  • MA200 – acuan tren jangka panjang dan sering dihormati oleh institusi
  
3. Fibonacci Retracement
Fibonacci Retracement adalah alat teknikal berbasis matematika yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi area retracement (koreksi harga) dari sebuah pergerakan impulsif yang signifikan, baik itu dalam tren naik maupun tren turun.

Alat ini berakar pada rasio emas (golden ratio) dari deret angka Fibonacci — sebuah urutan numerik yang ditemukan oleh matematikawan Italia, Leonardo Fibonacci — yang secara luas dipercaya mencerminkan pola alami dalam banyak fenomena, termasuk perilaku pasar keuangan.

Cara Kerja Fibonacci Retracement dalam Trading
Ketika harga mengalami lonjakan (impuls) yang kuat, tidak jarang pasar akan melakukan pullback atau koreksi sebelum melanjutkan arah sebelumnya. Fibonacci Retracement digunakan untuk memetakan area koreksi potensial berdasarkan proporsi dari pergerakan sebelumnya.

Cara penggunaannya:
• Dalam tren naik: tarik alat Fibonacci dari swing low ke swing high
• Dalam tren turun: tarik dari swing high ke swing low
Tool ini secara otomatis menampilkan beberapa level retracement — titik di mana harga berpotensi bereaksi sebelum melanjutkan tren utama.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Level-Level Fibonacci yang Umum Digunakan
1. 38.2%
  • Level koreksi ringan yang menunjukkan tren dominan masih kuat.
  • Sering digunakan sebagai acuan awal untuk re-entry dalam tren kuat.

2. 50% (meskipun bukan angka Fibonacci)
  • Secara statistik dan psikologis, pasar sering melakukan retracement sekitar setengah dari pergerakan sebelumnya.
  • Level ini dianggap "area netral" yang banyak diamati oleh trader profesional.

3. 61.8% (Golden Ratio)
  • Salah satu level paling dihormati di dunia trading.
  • Koreksi yang dalam namun masih sehat. Reaksi kuat dari level ini bisa menjadi sinyal kelanjutan tren dengan probabilitas tinggi.

Beberapa trader juga mengamati level tambahan seperti 23.6%, 78.6%, dan 88.6%, namun level utama yang paling sering dipakai tetap 38.2%, 50%, dan 61.8%.
Strategi Trading Menggunakan Support dan Resistance
1. Bounce Strategy (Reversal)
Bounce strategy, atau yang sering disebut juga sebagai reversal strategy, adalah pendekatan trading yang memanfaatkan pantulan harga dari level support atau resistance. Strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa harga memiliki kecenderungan untuk bereaksi terhadap zona tertentu yang secara historis telah terbukti menjadi titik balik pasar.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Contoh Skenario Praktis
Misalnya, pasangan AUD/USD sedang bergerak sideways antara 0.64151 (support) dan 0.64323 (resistance). Harga menyentuh 0.64151 untuk kesekian kalinya dan membentuk bullish engulfing pada time frame H1.
  • Entry Buy: Setelah candle engulfing ditutup
  • SL: Di bawah 0.64165 (5-10 pip di bawah low candle)
  • TP: Di sekitar 0.64322 (Resistance sebelumnya)
  • RR Ratio: ± 1:2 atau lebih jika trend mendukung
  
2. Breakout Strategy
Breakout strategy adalah pendekatan yang memanfaatkan kekuatan momentum saat harga menembus level support atau resistance signifikan, menandakan potensi kelanjutan tren yang kuat. Strategi ini sangat efektif dalam pasar yang sedang trending baik naik maupun turun karena memanfaatkan momen saat tekanan beli atau jual melampaui titik keseimbangan teknikal sebelumnya.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Trading Forex | Followme.com
Contoh Skenario Praktis
Misalnya, pasangan XAU/USD (gold) sedang berada dalam tren turun sejak awal sesi Eropa dan harga menembus level support 3351.50 dengan candle bearish solid di time frame H1, serta disertai peningkatan volume.
• Entry Sell: Setelah candle breakout H1 ditutup di bawah 3345.58
• SL: Di atas level breakout atau support pada candle H1 break sekitar 3355.33
• TP: Target menggunakan proyeksi range penurunan sebelumnya (misal: Support sebelumnya di 3324.37)
• RR Ratio: ± 1:2 atau lebih, tergantung manajemen posisi dan volatilitas sesi
Inti Strategi Trading Kekuatan Support dan Resistance
Support dan resistance adalah komponen inti dalam analisis teknikal yang sangat berguna untuk mengidentifikasi potensi entry dan exit dalam trading forex. Ketika digunakan dengan benar — dikombinasikan dengan price action, volume, dan konteks tren pasar level-level ini bisa meningkatkan akurasi dan konsistensi trading secara signifikan.

Namun ingat: mereka bukan alat prediksi mutlak. Pendekatan disiplin, observasi pasar yang tajam, serta evaluasi rutin tetap menjadi kunci utama dalam memanfaatkan support dan resistance secara efektif.
Ikuti panduan lengkap @belajar bareng trader dan jadilah bagian dari 1% trader profesional di Followme.com

 

FAQ Seputar Support dan Resistance Dalam Trading Forex

Klik pertanyaan untuk membuka jawaban.

Apakah support dan resistance selalu bekerja dengan baik?

Support dan resistance tidak menjamin harga akan selalu berbalik arah. Level ini berfungsi sebagai zona dengan probabilitas reaksi tinggi, sehingga efektivitasnya akan jauh lebih baik jika dikombinasikan dengan price action, arah tren, volume, dan manajemen risiko yang disiplin.

Timeframe mana yang paling tepat untuk menentukan support dan resistance?
Support dan resistance yang berasal dari timeframe besar seperti H4, Daily, atau Weekly cenderung lebih kuat karena mencerminkan keputusan pasar yang lebih luas. Timeframe kecil biasanya digunakan untuk mencari konfirmasi entry dan exit yang lebih presisi.
Apakah indikator teknikal bisa menggantikan analisis manual?
Indikator tidak sepenuhnya menggantikan analisis manual. Analisis struktur harga membantu memahami konteks pasar, sementara indikator seperti Pivot Point, Moving Average, dan Fibonacci berperan sebagai alat bantu untuk konfirmasi dan penyaringan sinyal.

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest