Bruce Kovner: Trader Jenius yang Membuktikan Trading Itu Soal Cara Berpikir, Bukan Tebakan

avatar
· Views 709

Nama Bruce Kovner mungkin jarang muncul di media atau podcast trading. Trader ini gak aktif di media sosial, jarang wawancara, dan hampir gak pernah pamer kekayaannya. Tapi di balik ketenangan itu, Kovner adalah salah satu trader paling konsisten dan berpengaruh dalam sejarah pasar global.

Dari modal awal sekitar US$10 juta, Caxton menghasilkan US$3 miliar profit dalam 10 tahun pertama, dengan return tahunan lebih dari 55%. Dalam jangka panjang, Kovner membukukan rata-rata return bersih di atas 21% selama hampir 3 dekade, konsistensi yang sangat langka di dunia trading.

Lalu, apa yang bisa trader biasa pelajari dari cara berpikirnya? Yuk pelajari dan terapkan waktu trading!

Dari Sopir Taksi ke Trader Kelas Dunia

Sebelum dikenal sebagai legenda Wall Street, Kovner pernah:

  • Kuliah di Harvard (tapi tidak menyelesaikan PhD)
  • Menjadi sopir taksi
  • Menulis dan terlibat di politik

Dia memulai trading dengan uang pinjaman kartu kredit. Salah satu pengalaman awalnya hampir menghancurkan mentalnya: posisi kecil di soybean sempat berubah jadi profit besar, lalu setengahnya hilang dalam waktu singkat karena keputusan emosional.

Pelajaran itu membentuk satu prinsip utama dalam hidupnya: Bertahan lebih penting daripada benar.

Filosofi Utama Bruce Kovner dalam Trading

1. Jangan Fokus Cari Untung, Fokus Jangan Kehilangan Modal

Bagi Kovner, tujuan utama trader bukan “profit besar”, tapi menghindari kerugian besar. Biasanya, trader pemula hampir selalu:

  • Trading 3 - 5 kali terlalu besar
  • Risiko 5 - 10% per trade (harusnya 1 - 2%)

Kovner sendiri selalu berkata: “Undertrade, undertrade, undertrade.”

Artinya:

  • Ukuran posisi lebih kecil dari yang terasa “masuk akal”
  • Risiko kecil menjaga keseimbangan emosi

Karena ketika emosi terganggu, keputusan pasti rusak.

2. Emosi Adalah Musuh yang Paling Mahal

Kovner sangat sadar satu hal: pasar itu impersonal. Market tidak peduli kamu untung atau rugi.

Saat emosinya terganggu diia langsung menutup posisi & berhenti trading, lalu menunggu sampai pikirannya kembali netral.

Bukan karena takut, tapi karena ia tahu keputusan terbaik lahir dari kondisi mental yang stabil.

3. Keyakinan Itu Penting, Tapi Harus Rasional

Pelajaran terbesar Kovner datang dari mentornya, Michael Marcus: “Dia mengajarkan bahwa menghasilkan jutaan dolar itu mungkin.”

Banyak trader gagal bukan karena strategi, tapi karena mental block:

  • Merasa profit besar itu “tidak realistis”
  • Takut bermimpi terlalu tinggi
  • Cepat puas atau cepat panik

Namun Kovner menekankan: keyakinan tanpa disiplin adalah bencana.

👉 Big idea: Percaya bahwa profit besar mungkin, tapi bertindak seolah bisa salah kapan saja.

4. Trading Itu Bukan Tebak Arah, Tapi Riset Serius

Bruce Kovner memperlakukan trading seperti penelitian akademis. Dia tidak hanya melihat chart, tapi:

  • Kebijakan bank sentral
  • Inflasi & suku bunga
  • Geopolitik
  • Psikologi massa

Dia tidak pernah entry hanya karena opini, dan selalu menunggu konfirmasi dari harga.

Menurutnya:

  • Fundamental = alasan kenapa market harus bergerak
  • Teknikal = alat untuk melihat apakah market benar-benar bergerak

Dia menyebut chart sebagai “termometer market”. Trader yang mengabaikan chart, katanya, seperti dokter yang menolak mengukur suhu pasien.

👉 Pelajaran penting: Jangan hanya bertanya “harga mau ke mana?”. Tanyakan “kenapa harga seharusnya bergerak?”

Tips Trading Praktis ala Bruce Kovner

Berikut ringkasan yang bisa langsung dipakai trader retail:

1. Tentukan Exit Sebelum Entry

Jangan masuk posisi kalau:

  • Tidak tahu di mana salah
  • Tidak siap cut loss

2. Risiko Kecil, Posisi Bisa Tetap Bermakna

Dengan: Risk kecil, Struktur yang jelas, dan Entry yang tepat = Satu trade bisa berdampak besar tanpa menghancurkan akun.

3. Kalau Mulai Ragu, Keluar

Keraguan adalah sinyal, bukan musuh.

4. Fokus ke Proses, Bukan Hasil

Profit adalah produk sampingan dari proses yang benar.

Ringkasan Tips Trading ala Bruce Kovner:

✔️ Perlakukan trading sebagai riset, bukan judi
✔️ Risiko maksimal 1 - 2% per trade
✔️ Selalu tentukan stop loss sebelum entry
✔️ Ukuran posisi harus menjaga emosi tetap netral
✔️ Fundamental butuh konfirmasi teknikal
✔️ Jika emosi terganggu, berhenti trading
✔️ Sabar menunggu setup berkualitas tinggi

Penutup

Bruce Kovner membuktikan bahwa trading sukses bukan tentang prediksi paling pintar, tapi tentang:

  • Disiplin
  • Kesabaran
  • Pengendalian diri ekstrem

Legenda sejati bukan yang profit paling besar dalam seminggu, tapi yang bisa bertahan dan konsisten selama puluhan tahun.

Dan di situlah Bruce Kovner berdiri. Kalau ada satu kalimat yang merangkum filosofi Kovner, mungkin ini:
Trading bukan tentang seberapa besar kamu menang, tapi seberapa lama kamu bisa bertahan.

Bruce Kovner: Trader Jenius yang Membuktikan Trading Itu Soal Cara Berpikir, Bukan Tebakan

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 1
avatar
Setuju bgt sama: Trading bukan tentang seberapa besar kamu menang, tapi seberapa lama kamu bisa bertahan.

-THE END-

  • tradingContest