
Menutup tahun 2025, rupiah memulai perdagangan Rabu pagi (31/12) dengan penguatan tipis. Nilai tukar berada di Rp16.733 per dolar AS, naik sekitar 38 poin atau 0,23% dibanding penutupan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terlihat beragam. Yen Jepang dan won Korea Selatan melemah tipis, sementara baht Thailand, yuan China, peso Filipina, dan dolar Singapura menguat terbatas. Dolar Hong Kong justru melemah tipis.
Sementara itu, mata uang utama global juga bergerak bervariasi. Euro, poundsterling, dan franc Swiss melemah sedikit, sedangkan dolar Australia dan dolar Kanada menunjukkan penguatan tipis.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS, seiring data ekonomi AS yang kuat dan sikap hawkish Federal Reserve yang tercermin dari risalah FOMC.
Untuk hari terakhir perdagangan tahun ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS, dengan pergerakan yang relatif terbatas menjelang libur tahun baru.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-