
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin pagi (29/12) dengan tekanan. Rupiah dibuka di level Rp16.772 per dolar AS, melemah sekitar 27 poin atau 0,16% dibanding penutupan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Baht Thailand tercatat melemah cukup dalam, sementara yen Jepang, dolar Singapura, dan won Korea Selatan justru bergerak menguat. Sementara itu, yuan China dan peso Filipina relatif stabil tanpa perubahan berarti.
Kondisi serupa juga terlihat pada mata uang utama global. Poundsterling Inggris dan franc Swiss melemah, sedangkan euro, dolar Australia, dan dolar Kanada dibuka menguat tipis.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah masih berpotensi berada di bawah tekanan terhadap dolar AS. Sentimen pasar masih dibayangi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia, ditambah kondisi likuiditas yang cenderung sepi menjelang akhir tahun.
“Pergerakan rupiah diperkirakan akan cukup volatil karena volume transaksi yang menipis,” ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now