Sebelum saya kasih metode yang saya pakai, ini hal-hal yang harus di pahami terlebih dahulu,jenis-jenis pending order dalam trading
Memahami Perbedaan Buy Stop, Buy Limit, Sell Stop, dan Sell Limit
Dalam dunia trading, khususnya forex, memahami jenis instruksi atau order sangatlah krusial untuk mengeksekusi strategi dengan tepat. Selain eksekusi instan, trader sering menggunakan "Pending Order" untuk masuk ke pasar secara otomatis pada harga tertentu.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai empat jenis pending order utama:
1. Buy Stop
Buy Stop adalah instruksi untuk membeli aset pada tingkat harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
* Logika: Trader percaya bahwa jika harga berhasil menembus level tertentu yang lebih tinggi, maka harga akan terus bergerak naik (tren bullish).
* Contoh: Jika harga 1.1000 dan Anda memasang buy stop di 1.1050, maka order akan aktif hanya jika harga menyentuh angka 1.1050 tersebut.
2. Buy Limit
Buy Limit adalah instruksi untuk membeli aset pada harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini.
* Logika: Trader memprediksi harga akan turun terlebih dahulu ke level tertentu sebelum akhirnya memantul kembali ke atas.
* Contoh: Jika harga 1.3000 dan Anda memasang buy limit di 1.2950, order akan aktif saat harga turun ke level tersebut dengan harapan harga akan segera berbalik naik.
3. Sell Stop
Sell Stop adalah instruksi untuk menjual aset pada tingkat harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini.
* Logika: Trader mengantisipasi bahwa jika harga turun dan menembus level tertentu, maka penurunan harga akan terus berlanjut (tren bearish).
* Contoh: Jika harga USD/JPY saat ini 110.00 dan Anda memasang sell stop di 109.50, order akan aktif ketika harga merosot ke level 109.50.
4. Sell Limit
Sell Limit adalah instruksi untuk menjual aset pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
* Logika: Trader percaya harga akan naik sementara untuk menyentuh level jenuh tertentu sebelum akhirnya bergerak turun kembali.
* Contoh: Jika harga AUD/USD saat ini 0.7500 dan Anda memasang sell limit di 0.7550, order akan aktif saat harga naik ke level tersebut sebelum diprediksi akan jatuh lagi.
Kesimpulan:
Untuk memudahkan ingatan, gunakan panduan harga (misal 1.3000) sebagai acuan:
* Ingin Beli di atas harga pasar (1.3100): Gunakan Buy Stop.
* Ingin Beli di bawah harga pasar (1.2900): Gunakan Buy Limit.
* Ingin Jual di bawah harga pasar (1.2900): Gunakan Sell Stop.
* Ingin Jual di atas harga pasar (1.3100): Gunakan Sell Limit.
Dengan memahami keempat jenis order ini, Anda dapat merencanakan strategi masuk pasar dengan lebih matang tanpa harus terus-menerus memantau layar grafik.
Oke, untuk artikel selanjutnya kita akan membahas tentang metode yang saya pakai,karena sangat berkaitan erat dengan Pending order,jadi maaf harus tertunda dulu.
Semoga bermanfaat see you 🙂.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now