
Rupiah dibuka menguat ke Rp16.721 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Jumat (21/11). Mata uang Garuda naik 15 poin atau 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Mayoritas mata uang Asia ikut bergerak positif. Peso Filipina menguat 0,03 persen, dolar Singapura naik 0,07 persen, won Korea Selatan bertambah 0,04 persen, dan baht Thailand naik 0,04 persen. Yen Jepang juga mengalami kenaikan 0,12 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju bergerak campuran: euro turun 0,05 persen, franc Swiss terkoreksi 0,02 persen, dolar Australia menguat 0,09 persen, dan dolar Kanada cenderung stabil.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi tertekan oleh dolar AS setelah munculnya data ekonomi, termasuk data tenaga kerja nonpertanian AS, yang dirilis lebih kuat dari ekspektasi pasar.
Namun ia menambahkan, tekanan pelemahan kemungkinan terbatas berkat surplus besar pada neraca transaksi berjalan Indonesia yang dilaporkan kemarin.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.650–Rp16.800 per dolar AS.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now