
Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi (5/11). Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka di posisi Rp16.742 per dolar AS, turun 34 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Mayoritas mata uang Asia juga terpantau melemah. Dolar Hong Kong turun 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,05 persen, peso Filipina anjlok 0,36 persen, dan won Korea Selatan turun tajam 0,58 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang lain justru menguat tipis seperti baht Thailand (naik 0,03 persen), rupee India (tumbuh 0,14 persen), dan yen Jepang (menguat 0,31 persen).
Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju cenderung bervariasi. Poundsterling Inggris turun 0,04 persen, euro naik tipis 0,03 persen, franc Swiss menguat 0,15 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing melemah 0,27 persen dan 0,09 persen.
Menurut Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah kali ini disebabkan oleh penguatan dolar AS yang masih berlanjut.
“Rupiah hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan dolar, namun pelemahannya terbatas. Investor juga cenderung wait and see menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal III siang ini,” jelas Lukman.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di kisaran Rp16.650–Rp16.750 per dolar AS.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now