
Jakarta, 30 Oktober 2025 — Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke Rp16.625 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (30/10). Mata uang Garuda turun 8 poin atau 0,05 persen, mengikuti reaksi pasar terhadap keputusan terbaru bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat. Peso Filipina naik 0,01 persen, yen Jepang menguat 0,28 persen, dolar Singapura dan won Korea Selatan masing-masing naik 0,01 persen, sedangkan baht Thailand menguat 0,03 persen.
Dari sisi mata uang negara maju, pergerakan juga cenderung positif. Euro naik 0,12 persen, franc Swiss naik 0,09 persen, dolar Australia menguat 0,15 persen, dan dolar Kanada bertambah 0,04 persen.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena dolar AS menguat signifikan setelah The Fed memangkas suku bunga acuannya namun menyampaikan sinyal yang cenderung hawkish.
“Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup tajam setelah dalam rapat FOMC The Fed memangkas suku bunga sesuai perkiraan, namun memberikan pernyataan hawkish bahwa pemangkasan berikutnya masih jauh dari kepastian,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.500 hingga Rp16.700 per dolar AS dalam jangka pendek, mengikuti arah pergerakan dolar global dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS berikutnya.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now