Berita Industri1. Kontrak Emas Paling Laris, ICDX Catatkan Total Transaksi PBK Sekitar Rp 7.000 Triliun Bursa Komoditi ICDX mencatatkan total volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) mencapai 4,8 juta lot hingga pekan pertama Desember 2022. ICDX membukukan transaksi PBK lebih dari Rp 7.000 triliun untuk transaksi on-exchange (multilateral), PALN, Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), dan Pasar Fisik (timah). Total transaksi ini meningkat jika dibandingkan dengan total transaksi tahun 2021 senilai Rp 6.900 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa PBK banyak diminati masyarakat di tengah banyaknya peristiwa ekonomi dan politik global di sepanjang tahun 2022. Adapun produk yang menjadi penyumbang terbesar transaksi PBK adalah kontrak emas dengan total volume transaksi mencapai 571.416 lot settled, atau lebih dari setengah total volume transaksi semua produk multilateral yang diperdagangkan di ICDX yakni emas, timah, valuta asing (Forex), dan minyak mentah. Pada periode yang sama, total volume transaksi multilateral ICDX mencapai 877.891 lot settled. Hal ini juga didorong oleh diluncurkannya lebih dari 20 kontrak mata uang asing (forex) baru.2. Sri Mulyani Catat Realisasi Penerimaan Pajak Kripto Rp 231,75 MiliarMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan realisasi penerimaan pajak kripto sejak Juni-14 Desember 2022 adalah sebesar Rp 231,75 miliar. Realisasi tersebut terdiri atas pajak penghasilan (PPh) 22 atas transaksi aset kripto melalui Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) dalam negeri dan penyetoran sendiri Rp110,44 miliar dan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp121,31 miliar. Selain pajak kripto, terdapat pula bentuk reformasi pajak lainnya sebagai implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yakni PPN PMSE yang realisasinya telah mencapai Rp 9,66 triliun dari 134 PMSE. Secara rinci, realisasi PPN PMSE terdiri dari Rp 730 miliar pada Juli-Desember 2020, Rp 3,9 triliun pada Januari-Desember 2021 dan Rp 5,06 triliun pada Januari-14 Desember 2022.3. LQ Indonesia Imbau Para Korban KSP SB, NET 89, KRESNA & DNA PRO Segera Lapor Polisi Untuk Peluang Ganti RugiLQ Indonesia Lawfirm memberikan himbauan agar para korban Koperasi Sejahtera Bersama, Net89 dan DNA pro agar segera membuat laporan polisi dengan tujuan agar nama dan nilai kerugian para korban diverifikasi dalam berkas penyidikan. LQ Indonesia Lawfirm mengemukakan bahwa dalam beberapa tuntutan dan putusan hakim di pengadilan, aset sitaan dapat dikembalikan kepada korban yang namanya ada dalam berkas perkara. LQ Indonesia bersedia memberikan pendampingan hukum kepada para korban KSP SB, KRESNA, NET89 & DNA PRO yang belum melapor, agar segera didaftarkan.
4. Kasus Judi Online Doni Salmanan dan Indra Kenz, Beda Hakim Beda PutusanKasus judi online Doni Salmanan dan Indra kenz boleh dikatakan sama. Keduanya merupakan seorang afiliator yang mempromosikan aplikasi judi online di akun Youtube dan media sosialnya. Terdakwa Doni Salmanan terjerat kasus Quotex, sementara itu Indra Kenz terseret kasus Binomo, persamaan kedua kasus tersebut ialah merupakan trading dengan metode opsi biner. Anehnya kedua tersangka tersebut mendapatkan vonis yang berbeda-beda. Di kasus Doni Salmanan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Jawa Barat memberikan vonis hanya empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Berbeda dengan Doni Salmanan, dalam kasus binary option, Indra Kenz dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan penyitaan aset oleh negara.Komplain Broker1. Nasabah Kecewa Lantaran Mendaftar Akun Trading Broker MIFX Sulit!
Seorang salah user di broker MIFX menyatakan bahwa daftar di broker MIFX sangat sulit, ia menilai mendaftar saja sudah apalagi apalagi trading. User tersebut juga menuturkan bahwa broker MIFX terlalu buruk untuk PT yang mempunyai keuntungan hingga triliunan.
2. Fitur Referensi Sinyal Broker MIFX Terbilang Tidak Akurat!
Seorang nasabah broker MIFX merasa salah satu fitur unggulan broker MIFX yaitu referensi sinyal banyak sekali yang tidak akurat. Hal ini membahayakan para nasabah yang baru ingin memulai trading lantaran mengikuti sinyal tersebut yang dapat merugikan.
3. Broker FBS Diduga Sengaja Membuat Aplikasi Mengalami Lagging
Seorang nasabah broker FBS merasa kalau dirinya dirugikan lantaran ketika ingin take profit malah platform FBS mengalami lagging yang menyebabkan akun miliknya langsung minus atau mengalami kerugian. Nasabah tersebut juga mengaku kalau membuka aplikasi lain lancar-lancar saja berbeda jika membuka aplikasi FBS.
Salah seorang nasabah broker FBS merasa kesal lantaran akun trading miliknya sering logout dengan sendiri dan tiba-tiba akun miliknya menghilang dari dashboard platform FBS. Nasabah tersebut juga mengaku sudah melakukan pencarian di draft akun namun tetap tidak ditemukan.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Leave Your Message Now