Post
· View 126
KBI dan Pegadaian Garap Pasar Fisik Emas Digital PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Pegadaian melakukan kerja sama pengembangan ekosistem pasar emas digital. Melalui kolaborasi dua perusahaan BUMN ini, KBI akan menitipkan emas fisik yang diperdagangkan dalam pasar fisik emas digital kepada Pegadaian. Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia Agung Rihayanto mengatakan, sinergisitas yang dijalankan dengan Pegadaian dilakukan sebagai wujud kolaborasi sesama BUMN untuk turut berperan dalam ekonomi nasional. Pasalnya, saat ini emas digital mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat sebagai alternatif investasi. "Sinergi kami dengan pegadaian khususnya dalam hal penyimpanan emas, merupakan upaya kami untuk membangun kepercayaan masyarakat terkait emas digital, dimana emas fisiknya ada dan disimpan oleh pegadaian,” jelas Agung dalam keterangan resmi, Selasa (30/11/2021). Untuk diketahui, pasar fisik emas digital pada dasarnya adalah suatu kegiatan jual beli emas di pasar yang dilakukan secara elektronik, pada pasar itu juga para investor dapat berinvestasi dengan jual beli emas melalui sistem elektronik dengan tempo tunda serah. Dalam pelaksanaannya, pasar fisik emas digital di bursa berjangka merupakan pasar fisik emas terorganisir yang menggunakan sarana elektronik dan difasilitasi oleh bursa berjangka atau sarana elektronik yang dimiliki oleh pedagang fisik emas digital. Bagi pemilik emas digital, catatan kepemilikannya juga dilakukan secara digital. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menjelaskan, jasa titipan emas sendiri merupakan salah satu produk yang dimiliki perusahaan. Dalam hal penyimpanan emas, Pegadaian telah menyiapkan sistem penyimpanan dengan keamanan yang tinggi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. "Melihat animo masyarakat dalam investasi emas digital ini, kedepan kami akan terus meningkatkan kapasitas ruang penyimpanan emas hingga 80 ton,” ujarnya. Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan, pasar fisik emas digital kedepanya diproyeksikan akan menjadi tren investasi bagi masyarakat. Untuk itu, KBI juga tengah mengembangkan pemanfaatan virtual account, yang diharapkan bisa menjadi solusi masyarakat dalam kemudahan pembayaran, yang pada akhirnya akan meningkatkan transaksi. "Sejauh ini, KBI tengah melakukan persiapan dengan beberapa perbankan seperti BCA dan Bank BUMN yang tergabung dalam Himbara," kata Fajar. Sumber: Beritasatu Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

avatar

Hot

No older comments, be the first to grab the sofa.