Note

Pesanan Mesin Jepang Jeblok Untuk Pertama Kali Dalam 3 Bulan

· Views 29

Pada hari Senin (11/Juli), kantor Kabinet Jepang merilis data Pesanan Mesin Inti yang merosot 5.6 persen secara bulanan (Month-over-Month) pada Mei. Angka ini lebih buruk ketimbang forecast ekonom yang memperkirakan pesanan mesin akan turun 5.5 persen, sekaligus menjadi penurunan pertama dalam 3 bulan terakhir. Data pesanan mesin negeri Sakura pagi ini terbilang mengecewakan karena bertolak belakang dengan lonjakan 10.8 persen pada bulan April dan kenaikan 7.1 persen pada bulan Maret.
Pesanan Mesin Jepang Jeblok Untuk Pertama Kali Dalam 3 Bulan

Meski data pesanan mesin Jepang memburuk secara bulanan, namun dalam basis tahunan (Year-over Year) masih mencatatkan kenaikan 7.4 persen pada bulan Mei, lebih tinggi dari konsensus 5.8 persen, namum merosot dibandingkan lonjakan 19 persen pada periode sebelumnya.

Berdasarkan sektor, pesanan mesin inti dari produsen tercatat merosot 9.8 persen secara bulanan pada Mei. Sementara itu, pesanan dari non-manufaktur tercatat turun 4.1 persen karena dipicu oleh lesunya pesanan dari sub-sektor transportasi dan pengiriman.

Memburuknya data Machinery Orders Jepang kali ini merusak ekspektasi pengeluaran bisnis Jepang. Pasalnya data pesanan mesin inti selama ini digunakan sebagai indikator awal yang dapat mengukur belanja modal sektor bisnis dan investasi Jepang dalam enam hingga sembilan bulan kedepan. Padahal belanja bisnis termasuk salah satu komponen penting dalam perhitungan GDP.

Pesanan mesin yang merosot drastis karena dipicu oleh sebagian besar perusahaan Jepang saat ini sedang menahan belanja modal karena dipicu oleh kendala teknis seperti masalah suku cadang dan kendala pasokan bahan baku produksi industri. Di samping itu, harga energi yang masih tinggi ikut memperburuk situasi karena mendongkrak inflasi di tingkat produsen.

“Sementara sektor bisnis Jepang sebelumnya menginginkan untuk melakukan investasi, namun belanja modal mereka tidak ada peningkatan jika mengacu pada data GDP. Kondisi ini terjadi karena kendala pasokan. Pabrik melaporkan komponen semi-konduktor chip yang mereka pesanan belum tiba saat mereka ingin meningkatkan produksi,” kata Takumi Tsunoda, ekonom senior Shinkin Central Bank Research Institute dalam sebuah catatan.

Data pesanan mesin Jepang yang terbilang mengecewakan pagi ini semakin membebani pergerakan mata uang Yen melawan dolar AS. Pada saat berita ini dimuat, pair USD/JPY bergerak pada kisaran 137.03 atau menguat 0.73 persen secara harian.

Penguatan greenback yang signifikan versus Yen terjadi ditengah sentimen risk-off, dipicu oleh mencuatnya kekhawatiran pasar terhadap resiko resesi global. Meski sama-sama menyandang status safe haven, dolar AS lebih menarik di mata investor karena perbedaan suku bunga acuan The Fed dan BoJ yang begitu mencolok.

Pesanan Mesin Jepang Jeblok Untuk Pertama Kali Dalam 3 Bulan

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.