Note

Bundamedik (BMHS) Bukukan Pendapatan Non-Covid Rp375 Miliar

· Views 24
Bundamedik (BMHS) Bukukan Pendapatan Non-Covid Rp375 Miliar Pendapatan Bundamedik alami kenaikan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bundamedik Tbk (BMHS) membukukan pendapatan non-COVID sebesar Rp375 miliar selama kuartal I 2022. Pendapatan non-COVID tersebut meningkat 12,6% dibandingkan kuartal I 2021.

Direktur Utama BMHS Mesha Rizal Sini menuturkan bahwa banyak penyesuaian strategi yang harus dilakukan penyedia layanan kesehatan selama pandemi. Namun, terlepas dari hal tersebut, kami selalu konsisten dengan strategi pengembangan core business non-COVID sehingga dalam kondisi apapun Bundamedik siap dengan fundamental bisnis yang kokoh.

BACA JUGA:Laba Bersih Bundamedik (BMHS) Naik 166% Jadi Rp315 miliar

"Kini seiring dengan meredanya pandemi COVID-19, konsistensi tersebut pun menjadi bekal kesiapan kami dalam menghadapi dinamika lanskap industri. Pencapaian bisnis non-COVID di kuartal 1 tahun ini merupakan awal yang luar biasa bagi upaya kami untuk terus cepat beradaptasi memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat ke depannya, apalagi seiring dengan kesadaran terhadap kesehatan yang semakin meningkat, tercermin dari kenaikan signifikan pada angka tes non-COVID yang dilakukan masyarakat di ekosistem kami,” jelas Mesha dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (17/6/2022).

Selama kuartal pertama 2022, angka tes non-COVID meningkat sebesar 38% secara YoY. Peningkatan ini berhasil terjadi karena keberadaan model bisnis yang ditunjang oleh kontribusi outlet dan cabang beserta ekosistem internal di dalam layanan RS Bunda. Jumlah dan distribusi outletnya juga meningkat cukup pesat.

BACA JUGA:Bundamedik (BMHS) Caplok Saham Media Sejahtera Bersama Rp39 Miliar

Kini ada 38 outlet Diagnos, naik 2 kali lipat dibandingkan angka di kuartal 1 2021. Ke depan, pengembangan Diagnos akan semakin digencarkan lewat penambahan 5 outlet maupun cabang di beberapa wilayah.

Layanan lain seperti Morula IVF yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi penyedia layanan bayi tabung terdepan pilihan masyarakat Indonesia turut bertambah 26% di 2021. Jumlah cycle di luar Jakarta juga terus mengalami peningkatan, yakni sebesar 36% pada Q1 2022 secara QoQ.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.