Note

Sambut Tamu G20, Kementerian PUPR Renovasi TMII dengan Anggaran Rp 1,2 Triliun

· Views 11

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk merenovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Renovasi TMII ini dilakukan untuk menyambut tamu-tamu internasional dalam rangka KTT G20 yang akan diselenggarakan Oktober mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memprbaiki Danau Archipelago, Joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, jalan, hingga tempat parkir.

"Di TMII semua kita rehab besar-besaran seperti GBK dulu. Mudah-mudahan akan menajdi lebih baik karena memang sudah lama tidak kita sentuh. Untuk TMII anggarannya Rp 1,2 triliun," ujar Basuki saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Baca juga: Kementerian PUPR Targetkan 16 Ruas Tol Siap Diresmikan Hingga Akhir 2022

Besaran anggaran untuk merenovasi TMII bahkan lebih besar dari anggaran yang akan digunakan untuk menyiapkan infrastruktur dan beautifikasi di Bali yang juga disiapkan untuk KTT G20.

Meskipun dalam persiapan di Bali ada beberapa yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk sehingga anggarannya di luar APBN.

"TMII jauh lebih besar Rp 1,2 triliun, kalau di Bali ini Rp 850 miliar," kata dia.

Baca juga: Kementerian PUPR Bangun 29 Jembatan di Trans-Papua

Diberitakan sebelumnya, seluruh kegiatan konstruksi untuk renovasi kawasan TMII dimulai sejak Januari 2022 dan ditargetkan rampung pada September mendatang sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal pada perhelatan KTT G20

Renovasi yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terhadap kawasan TMII meliputi beberapa jenis pekerjaan.

Pada saat diberitakan 24 Mei lalu, pengerjaan renovasi joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, dan Sasono Adiguno progressnya mencapai 19,69 persen.

Kemudian, renovasi area museum yang meliputi Museum Theater Garuda, Museum Telkom, dan Museum Keong Mas yang saat ini progressnya mencapai 40,27 persen.

Baca juga: Relevansi Agenda Presidensi G20 Indonesia di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.