Note

Bursa Eropa Menguat Pada Sesi Awal Perdagangan

· View 470


Bursa Eropa Menguat Pada Sesi Awal Perdagangan


Bursa Eropa menguat pada sesi awal perdagangan Selasa (26/10/2021), menyusul rilis kinerja keuangan emiten kakap di Benua Biru yang lebih baik dari ekspektasi.


Indeks Stoxx 600 dibuka bertambah 0,3% di sesi pembukaan dengan indeks saham sektor ritel memimpin reli sebesar 0,8%, sebaliknya indeks saham sektor telekomunikasi terkoreksi sebesar 0,4%.


Selang 1 jam kemudian, reli indeks Stoxx 600 menjadi 2,8 poin (+0,54%) ke 474,76, Indeks CAC Prancis naik 54,2 poin (+0,81%) ke 6.767,05, FTSE Inggris naik 46,3 poin (+0,64%) ke 7.269,13, DAX Jerman lompat 151,6 poin (+0,97%) ke 15.750,79.


Bursa saham di kawasan Asia Pasifik menguat setelah bursa Amerika Serikat (AS) mencetak rekor tertinggi baru di tengah kuatnya kinerja keuangan. Produsen baterai mobil listrik di kawasan menguat setelah raksasa penyewaan mobil Hertz mengumumkan rencana memesan 100.000 unit mobil listrik dari Tesla pada akhir tahun 2022.


Di AS kontrak berjangka (futures) menguat di sesi pra-pembukaan karena investor memantau putaran selanjutnya rilis kinerja keuangan emiten AS. Beberapa raksasa yang akan merilis kinerja keuangan per kuartal III-2021 adalah Alphabet (induk usaha Goodle) dan Microsoft.


Beberapa emiten Eropa yang akan merilis kinerja keuangannya adalah Novartis dan Thales. Bank asal Swiss UBS mencetak kinerja kuartal III-2021 yang mengalahkan ekspektasi pasar menyusul kuatnya bisnis pengelolaan keuangan sehingga berujung pada laba bersih senilai US$ 2,3 miliar. Saham perseroan melesat 2,3%.


Produsen perangkat komputer berbasis di Swiss Logitech melaporkan kenaikan permintaan menyusul meningkatnya kaum pekerja dari rumah (work from home/WFH). Sementara itu, produsen ban Michelin merilis kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Raksasa peritel Erpoa Carrefour akan menyusul rilis kinerja keuangan mereka hari ini, diikuti Uber.


Pelaku pasar global masih memantau tren inflasi di bursa global dan pertumbuhan ekonomi yang masih terteka yang sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya inlasi tinggi dengan penyerapan kerja rendah (stagflation).


Sumber: CNBC Indonesia

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli



Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No older comments, be the first to grab the sofa.