Note

Dolar AS Jadi Favorit, Rupiah Nyaris Tembus Rp 14.400/US$

Verified Official
· View 2,089

Dolar AS Jadi Favorit, Rupiah Nyaris Tembus Rp 14.400/US$ Foto: Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) bukannya membuat matanya uangnya terpuruk tetapi malah jadi perkasa. Alhasil, nilai tukar rupiah melemah melawan dolar AS di awal perdagangan Rabu (18/8/2021), nyaris menembus RP 14.400/US$.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.370/US$, tetapi beberapa menit kemudian sudah melemah 0,17% di Rp 14.395/US$.

Sentimen positif sebenarnya datang dari dalam negeri. Pemerintah memang kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 23 Agustus mendatang, tetapi ada pelonggaran lebih lanjut yang bisa menjadi sentimen positif.

Berapa pelonggaran di beberapa wilayah termasuk DKI Jakarta yakni pusat perbelanjaan/mal diizinkan buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50% dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kapasitas pengunjung tersebut ditambah dari sebelumnya sebanyak 25% saja.

Selain itu, tempat Ibadah juga diizinkan buka di beberapa wilayah, dengan kapasitas 50%.

Namun, kabar baik dari dalam negeri tersebut masih kalah ketimbang kuatnya dolar AS. Lonjakan kasus corona varian delta di Amerika Serikat membuat pelaku pasar sedang keluar dari aset-aset berisiko dan beralih ke dolar AS.

Jika dilihat rata-rata kasus dalam 7 hari hingga awal pekan ini sebanyak 133.068 kasus dari total penduduk, menjadi yang tertinggi sejak 3 Februari lalu. Jika dilihat dari rata-rata pertengahan Juni lalu sekitar 12.000 kasus, artinya mengalami kenaikan sekitar 1000%.

"Kita berada di pertengahan musim panas, orang-orang mulai berkumpul, mereka dalam kelompok yang besar. Vaksin telah membuat mereka merasa aman, dan mereka lupa dengan protokol kesehatan," kata dr. Perkin Halkitis, dekan di Rutgers School of Public Health, dalam wawancara bersama CNBC International.

Ngerinya lonjakan kasus tersebut membuat pelaku pasar melihat risiko pelambatan ekonomi di AS semakin meningkat, bahkan China juga sudah mengalaminya. Alhasil, pelaku pasar mengalihkan investasinya ke aset aman (safe haven) kali ini dolar AS menjadi pilihan.

Dolar AS juga didukung oleh situasi di kekacauan yang terjadi di Afganistan.

"Konsumen AS berhati-hati melihat lonjakan corona delta, dikombinasikan dengan pelambatan ekonomi China serta gejolak politik di Afganistan, membuat investor keluar dari aset berisiko dan beralih ke dolar AS," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, sebagaimana dikutip CNBC International.

Indeks dolar AS pada perdagangan Selasa melesat 0,54% ke 93,132, dan berada di level penutupan tertinggi sejak 30 Maret lalu, sementara pagi ini masih stagnan. Rupiah pun mengalami tekanan.

 

Diunggah ulang dari CNBC, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

 

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

👌

-THE END-

login