Note

MAHASISWA NEKAD MENJADI FULL TIME TRADER

· View 201

MAHASISWA NEKAD MENJADI FULL TIME TRADER

Hari ini saya akan sedikit sharing tentang pengalaman saya di pasar modal sejak awal sampai sekarang, naik turun yang saya alami. Dari seorang mahasiswa yang tidak kenal saham, tidak punya modal sampai saat ini.

Saya tidak bermaksud menyombongkan diri, karena saya juga masih sama dengan anda semua, saya hanya share pengalaman, apa yang saya pelajari, dan prinsip-prinsip yang saya bentuk dalam trading.

Saya harap ini bisa berguna terutama bagi teman-teman yang juga masih baru di pasar modal.

THE BEGINNING

Saya mulai masuk market ketika saya kuliah, pada saat itu saya hanyalah seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja di kampus, bahkan bisa dibilang mahasiswa dengan prestasi di bawah rata-rata, tidak adanya tujuan hidup yang jelas, dan tanpa mengetahui apa yang ingin saya lakukan setelah saya lulus nanti membuat saya tidak bersemangat untuk berprestasi kuliah.

Karena kebaikan Tuhan saya diperkenalkan dengan dunia pasar modal, adalah sahabat saya di masa kuliah yang mengajak saya untuk masuk ke dalam kelompoknya untuk mengikuti kompetisi pasar modal nasional, pada saat itu saya adalah mahasiswa dengan IPK terendah dalam kelompok tersebut, bukan hanya itu saya adalah satu-satunya yang tidak punya background sama sekali tentang pasar modal. Teman-teman saya yang lain sudah trading atau paling tidak orang tuanya sudah trading saham, sementara saya tidak punya background sama sekali.

Dalam kompetisi tersebut kami hanya sampai peringkat 15 besar, namun kompetisi itu membuka mata saya mengenai satu dunia yang sangat saya sukai, dan membuat saya mengetahui apa yang saya inginkan di masa depan.

MASUK MARKET

Saya mulai trading saham pada tahun 2008, pada saat itu market sedang krisis, namun karena tidak memiliki modal yang cukup ( saat itu minimal membuka account adalah 15 juta) sementara saya tidak memiliki uang sebanyak itu, sementara karena sudah lama tinggal jauh dari orang tua, saya terbiasa untuk tidak merepotkan orang tua saya.

Untunglah saat itu saya memiliki salah satu teman yang sudah lebih mapan dari saya, sehingga dia bersedia untuk meminjamkan sebagian dari uangnya untuk membuka account, modal berdua itu kami tradingkan bersama-sama namun akhirnya teman saya merasa tidak cocok dengan dunia pasar modal, sehingga dia mundur, meninggalkan saya sendiri dengan modalnya.

Pada saat saya mulai aktif di pasar modal, market sedang bullish – bullishnya sehingga saya merasa sangat yakin dengan ‘skill’ dan ‘bakat’ saya, dalam waktu singkat modal saya berlipat ganda. Pada saat itu saya hanya trading saham-saham bakrie yang memang nilainya berlipat kali ganda dalam beberapa bulan.

Karena merasa yakin, saya memutuskan untuk menggunakan modal milik teman saya, maksudnya supaya keuntungan yang berlipat ganda menjadi lebih banyak lagi. Hitung-hitung dapat margin tanpa batas waktu.

Namun trend saham bakrie ternyata berbalik, waktu itu saya jarang sekali memakai strategi cut loss, sehingga nilai asset saya dalam waktu singkat menyusut dan dalam waktu singkat posisi untuk lebih dari 100%, berubah menjadi rugi.

Kejatuhan ini membuat saya belajar satu hal :

” Jangan trading dengan uang yang bukan uang anda (margin)”

Karena pressure yang anda hadapi akan berkali-kali lipat lebih besar ketika anda mengalami kerugian, dan pressure tersebut akan dengan mudah mengacaukan keputusan anda, dan membawa anda kedalam kesulitan yang lebih besar”

Hal kedua yang saya pelajari adalah :

” Jangan pernah merasa diri pintar di pasar modal, karena stock market selalu menghukum orang yang merasa dirinya pintar.”

BELAJAR TECHNICAL ANALYSIS

Ironis memang setelah mengalami kerugian, baru saya memutuskan untuk serius belajar TA, sebelumnya saya sudah pernah membaca buku TA (Technical Analysis for Megaprofit), namun tidak memiliki software TA sendiri, sehingga saya tidak bisa menganalisa setelah market tutup, dan tidak bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari.

Setelah itu saya mulai belajar menggunakan Metastock, dan mulai tanpa henti menganalisa saham, entah berapa ratus jam sudah saya lewatkan di depan chart. Jika anda saat ini belum mempelajari TA, saya sarankan belajarlah TA.

Buku-buku seperti Technical Anlysis for Megaprofit dan John J Murphy – Tech Analysis Of The Financial Markets adalah dua buku wajib untuk anda pelajari. Buku yang pertama bisa anda beli di toko buku. Anda juga bisa membaca Artikel yang saya tulis mengenai Technical Analysis : Mencari Indikator Technical Analysis Terbaik

BECOME FULL TIME TRADER

MAHASISWA NEKAD MENJADI FULL TIME TRADER

Saya menjadi resmi menjadi fulltime trader hanya beberapa menit setelah saya lulus kuliah, tepat setelah saya menyelesaikan sidang kelulusan saya di Universitas, saya langsung berlari ke komputer saya dan melanjutkan trading saya yang terpotong karena saya harus sidang.

Beberapa alasan yang membuat saya memutuskan untuk menjadi full time trader.

1. Modal saya minim, begitu juga dengan potensi kerugian saya.

Saya memahami betapa sulitnya sukses di pasar modal, saya mengetahui akan banyak jatuh bangun, dibutukan ribuan jam masa pembelajaran untuk bisa sukses. Oleh karena itu sebagai anak muda saya tahu saya memiliki banyak waktu dan energi untuk belajar.

Keterbatasan modal tidak saya anggap sebagai kerugian tapi sebagai keuntungan. saya tahu karena modal saya terbatas kerugian saya juga akan terbatas, saya tahu saya bisa saja kehabisan seluruh modal saya, bangkrut, pensiun dari pasar modal, dan tetap bisa mencari pekerjaan di bidang lain, dan hidup selayaknya orang biasa.

Berbeda dengan orang yang sudah kerja dan menabung sampai pensiun, memiliki modal besar, namun tidak memiliki energi dan waktu untuk belajar sebanyak saya, bukan hanya itu jika uang tersebut hilang akan sangat sulit untuk mengumpulkan kembali uang tersebut.

2. Kebutuhan harian saya sudah terjamin.

Akan sangat berbahaya jika kita menggantungkan kebutuhan kita sehari-hari dengan trading, karena market tidak selalu kondusif, sementara kebutuhan sehari – hari tidak mungkin berhenti. Sementara kita tidak bisa berpikir jernih kalau kebutuhan dasar kita tidak terpenuhi.

Untungnya saya ditinggalkan usaha kecil oleh orang tua saya, memang hasilnya tidak besar tetapi tidak menyita banyak waktu juga, dan yang terpenting cukup untuk memenuhi kebutuhan saya yang memang tidak banyak, jadi apa pun yang terjadi di market saya tahu makan saya masih terjamin.

3. Trading is my passion

Saya sangat menyukai pekerjaan ini, saya sering kali lebih memilih bermalam minggu dengan chart daripada keluar bersama teman-teman. Saya tahu ini yang saya mau, dan ini yang membuat saya bahagia.

Saya sangat terinspirasi dengan film documenter mengenai Warren Buffet, saya tahu kehidupan yang seperti beliau lah yang saya ingin jalani sampai saya tua nanti.

Anda bisa menontonnya di link ini : http://www.youtube.com/watch?v...

BELAJAR BANDARMOLOGI

MAHASISWA NEKAD MENJADI FULL TIME TRADER

Setelah membaca berbagai buku technical analysis, saya menyadari bahwa Technical Analysis tidak cukup untuk saya, dan seperti mayoritas trader di Indonesia, saya tertarik dengan konsep yang disebut Bandarmologi.

Namun berbeda dengan TA atau FA yang sudah terdokumentasi dengan baik, sangat sulit untuk belajar bandarmologi, karena tidak ada buku yang membahas mengenai konsep ini. Untuk itu selama lebih dari 2 tahun saya memfokuskan diri saya untuk mempelajari konsep ini.

Saya bertemu dengan begitu banyak para pemain saham yang sudah berpengalaman, dengan tujuan mencari ilmu dari mereka. Selain itu saya juga menghabiskan waktu ratusan jam untuk mengamati detail-detail transaksi.

Saya menyadari Bandarmologi Analysis hanya bisa dipelajari dari detail transaksi. Maksudnya siapa yang membeli dan siapa yang menjual. Bandarmologi tidak bisa dianalisa dengan Technical Analysis, karena pergerakan harga tidak bisa menentukan apa yang sedang dilakukan oleh bandar.

Kita tidak mungkin bisa menentukan bandar sedang mengumpulkan barang, atau menjual barang dengan menggunakan data harga, sebagai contoh jika harga tutup di 1.000 maka bandar sedang belanja, sementara kalau tutup di 900 artinya bandar sedang jualan.

Begitu juga dengan Volume, volume adalah total transaksi secara keseluruhan,

Sebagai contoh sebut saja volume transaksi hari ini adalah 1 JUTA LOT

Di dalam sudah termasuk transaksi yang dilakukan, pihak emiten, pemodal besar, pemerintah, fund manager besar, fund manager kecil, investor kaya dari Glodok, Eksekutif muda dari Surabaya, ibu rumah tangga dari Pondok Indah, Mahasiswa dari Bandung, dst.

Bagi saya Bandarmologi Analysis adalah analisa yang membahas pelaku dari transaksi tersebut, hal ini tidak mungkin dilakukan dengan Technical Analysis, karena TA hanya mengolah satu data yaitu Volume keseluruhan (1 JUTA LOT), sekali volume itu disatukan tidak mungkin dipisahkan lagi dengan technical analysis, apa pun rumus yang dipakai.

Proses pembelajaran ini membutuhkan waktu yang panjang, pada saat ini saya memutuskan untuk fokus memperdalam mengenai broker summary (detail mengenai broker mana yang beli dan broker mana yang jual dalam periode tertentu), karena saya percaya itulah yang menggerakan harga, dan jika ingin memahami apa yang dilakukan bandar, data tersebut adalah clue terbesar yang saya miliki.

Pada saat itu saya memutuskan untuk memilih 120 saham untuk di analisa Broker Summary-nya, setiap hari saya mengambil datanya satu per satu lalu saya analisa, proses tersebut bisa menghabiskan waktu 4 – 5 jam dan baru bisa saya lakukan setelah market tutup. Saya melakukan untuk kurang lebih 3 tahun, sebuah proses yang sangat melelahkan dan membosankan, namun jika sekarang saya melihat kebelakang saya bisa melihat proses tersebut dengan penuh senyuman dan ucapan syukur.

Hasil pembelajaran mengenai detail transaksi, broker mana yang sedang membeli dan broker mana yang sedang menjual, sangat membantu saya untuk memahami lebih lagi mengenai Bandarmologi, lama kelamaan misteri demi misteri mulai terbuka, sosok bandar yang sebelumnya sangat misterius perlahan-lahan mulai saya kenali.

Dalam proses tersebut saya juga menghabiskan banyak waktu untuk mencari bertemu dengan senior-senior di pasar modal, mereka yang sudah trading sejak tahun 90an. Pertemuan-pertemuan tersebut juga sangat membantu saya untuk memahami lebih lagi mengenai apa yang terjadi ‘di belakang layar’ di balik pergerakan harga saham yang kita lihat di running trade.

Saya juga mendapati bahwa menjadi bandar itu tidak mudah, tidak selalu untung, dan strateginya berubah dari waktu ke waktu. Saya juga mempelajari dan masih terus mempelajari bagaimana membaca pergerakan mereka melalui detail transaksi yang mereka lakukan.


Diunggah ulang dari Creative-Trader, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No older comments, be the first to grab the sofa.

login